Ilustrasi pasangan manula yang berbahagia

Survei Manulife

Warga Indonesia Lebih Prioritaskan Kemandirian Finansial daripada Umur Panjang di Masa Tua

Di tengah meningkatnya harapan hidup penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 75 tahun pada 2050, survei Asia Care 2025 yang digagas Manulife justru menemukan bahwa umur panjang bukan lagi prioritas utama bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani masa tua.

Dalam studi yang melibatkan lebih dari 9.000 responden di sembilan negara Asia, termasuk Indonesia, hanya 6 persen responden Indonesia menyatakan bahwa panjang umur merupakan harapan terbesar mereka saat menua. Sebaliknya, 27 persen responden lebih mengutamakan kemandirian dan kebebasan finansial, disusul oleh kesehatan fisik dan mental (18 persen).

Temuan menarik lainnya, 79 persen responden Indonesia percaya bahwa kestabilan keuangan berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental mereka di usia lanjut. Persentase ini bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia yang berada di angka 74 persen. Namun, meski mayoritas responden menyadari pentingnya aspek finansial, hanya sebagian yang benar-benar siap secara materi. Sebanyak 76 persen responden Indonesia merasa yakin telah memiliki bekal hari tua yang cukup.

Tapi saat dibedah berdasarkan kelompok usia, kepercayaan diri tersebut tampak menurun:

“Bias keyakinan adalah hal yang perlu dihindari. Keyakinan tentang masa pensiun sebaiknya berdasarkan perhitungan, bukan sekadar perasaan. Dengan pendekatan finansial yang matang, setiap individu bisa menikmati masa tua dengan martabat—baik secara ekonomi, kesehatan, maupun sosial”

Afifa, CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Naskah: Hendro D. Laksono

© 2025 Visual Beritajatim | Dipersembahkan oleh beritajatim.com