Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) swasta sejak akhir Agustus 2025 jelas berpengaruh pada banyak hal.
Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) swasta sejak akhir Agustus 2025 jelas berpengaruh pada banyak hal. Selain bisnis perusahaan operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, juga pengguna yang kadung cocok dengan produk dan layanan mereka. Meski demikian, aktivitas di SPBU tetap berjalan. Yang membedakan, antrean pengisian tak nampak seperti yang sudah-sudah. Misal, seperti yang terjadi di SPBU Shell Indonesia Jl MERR Surabaya.
Kesibukan justru nampak di service corner dan mini market. Sejumlah customer datang untuk cek angin, ganti oli, hingga menikmati secangkir kopi. Petugas SPBU, di tengah suhu kota yang menyengat, masih tersenyum ramah pada pelanggan.
“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu,” sapa salah satu dari mereka. Di tempat lain, anggota tim yang lain sigap membantu pengunjung yang datang untuk membeli oli di mini market. “Kalau motor bapak olinya pakai yang ini,” kata mereka pada salah satu pengunjung
Ia pun menawarkan diri untuk membawa oli pada crew di bagian servis kendaraan. “Ganti oli sama isi angin ya,” kata customer.
Ya, suasana ini jadi pemandangan sehari-hari di SPBU. Tak ada pengisian bensin, tak ada diskusi kecil pembeli dan petugas seputar RON 92 atau Shell V-Power Nitro+ yang memiliki RON 98. “Setiap jenis memiliki keunggulannya masing-masing, mulai dari efisiensi untuk kebutuhan harian hingga peningkatan performa mesin berkemampuan tinggi,” jelas crew saat itu.
Ditanya kapan layanan BBM kembali normal, sembari memasukkan oli, ia berkata ringan, “Belum ada kabar”.
Yang jelas, kata dia, sebagai karyawan, ia tetap tenang karena hingga hari ini tidak ada kabar PHK dan karyawan yang dirumahkan. Secara personal, ia berharap agar suplai BBM bisa kembali seperti sedia kala. Ia ingin agar aktivitas di SPBU tempat bekerja dapat kembali normal.
Usai mengganti oli, salah satu customer mengenakan helm-nya dan berkata, “Tetap semangat ya Mas”. Awak SPBU ini menarik nafas lalu tersenyum, “Terima kasih, Mbak”. Dan waktu berlalu. (hdl)