Mengenal Pribumisasi Islam Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Dia dikenal sebagai tokoh yang konsisten menyuarakan praktik keagamaan yang toleran dan lembut.

Dia mengingatkan kepada semua orang tentang bahaya tafsir keras keagamaan yang berasal dari Timur Tengah, dan memandang perlunya adaptasi tafsir keagamaan dengan nilai-nilai lokal keindonesiaan yang lebih toleran.

Salah satu artikel yang menjadi tonggak pemikiran Gus Dur adalah Pribumisasi Islam yang terbit pada medio 1990-an. Penggunaan kata ‘pribumi’ menunjukkan bahwa kendati Islam adalah agama universal, namun tetap penyebarannya harus beradaptasi dengan nilai-nilai lokal agar tak memunculkan benturan. Belakangan artikel ini disebut oleh sebagian kalangan intelektual NU sebagai manifesto Islam Nusantara.

Apa saja pokok-pokok pikiran Pribumisasi Islam yang diperkenalkan Gus Dur tersebut?

1

Agama (Islam) bersumberkan wahyu dan memiliki norma-normanya sendiri. Karena bersifat normatif, maka ia cenderung menjadi permanen.

previous arrow
next arrow

Teks: Oryza A. Wirawan | Desain: Hendro D. Laksono

© 2025 Visual Beritajatim | Dipersembahkan oleh beritajatim.com