Angka Kemiskinan Jatim

Turun 0,56 Persen

Angka kemiskinan di Jawa Timur (Jatim) mencapai 9,79 persen pada Maret 2024, menurun 0,56 persen dibandingkan Maret 2023 yang mencapai 10,35 persen. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dalam Berita Resmi Statistik (BRS).

Angka Kemiskinan Jatim

Turun 0,56 Persen

Angka kemiskinan di Jawa Timur (Jatim) mencapai 9,79 persen pada Maret 2024, menurun 0,56 persen dibandingkan Maret 2023 yang mencapai 10,35 persen. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dalam Berita Resmi Statistik (BRS).

Penurunan ini menandai pertama kalinya angka kemiskinan di Jatim berada di bawah 10 persen dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2020, persentase kemiskinan selalu di atas 10 persen: 11,09 persen pada 2020, naik menjadi 11,4 persen pada 2021, turun menjadi 10,38 persen pada 2022, dan 10,35 persen pada 2023, sebelum akhirnya turun signifikan pada 2024 menjadi 9,79 persen.

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, optimis bahwa penurunan ini merupakan langkah besar dalam menghilangkan kemiskinan ekstrem di akhir tahun 2024. Menurut Adhy, penurunan ini tak lepas dari intervensi program penanggulangan kemiskinan yang dikemas dalam Jatim Satya: Jatim Sejahtera dan Mulia.

Strategi Penurunan Angka Kemiskinan

Program PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASDP), Pembiayaan Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Biakesmaskin), dan Pendidikan Gratis Berkualitas (KANTISTAS) melalui Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP). Realisasi pemanfaatan PKH pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jatim sudah mencapai 98,51 persen pada periode Maret-April 2024.

Program Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri, dan Sejahtera (Peti Koin Bermantra), Program Kredit Sejahtera (Prokesra), bantuan permodalan untuk bumdesa, dan bantuan usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) serta Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Penyaluran kredit UMKM pada triwulan I 2024 mencapai Rp217,79 triliun, tumbuh 7,39 persen secara year on year. Kinerja penyaluran kredit UMKM skala mikro tercatat tumbuh 10,82 persen, sementara skala kecil tumbuh 4,90 persen.

Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bekerja sama dengan Dinas PU Bina Marga, Kodam V/Brawijaya, dan Lantamal V, serta program jambanisasi dan elektrifikasi.

“Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di Jatim dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, baik dari sisi ekonomi makro maupun melalui intervensi program dengan menggenjot pertumbuhan ekonomi Jatim di atas 5 persen pada 2024”

Adhy Karyono, Pj Gubernur Jawa Timur

Adhy menambahkan, target menurunkan angka kemiskinan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) adalah sebesar 9,4 persen. Dengan program yang berlanjut hingga Desember 2024, ia yakin target ini dapat tercapai dan program baru yang akan dimulai pada tahun 2025 akan semakin memperkuat pencapaian ini.

Naskah: Hendro D. Laksono

© 2025 Visual Beritajatim | Dipersembahkan oleh beritajatim.com