Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menghadiri kegiatan bakti sosial (baksos) dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan oleh Yayasan Bhakti Persatuan di Masjid Muhammad Cheng Ho, Kota Surabaya.
Dalam kesempatan itu sebanyak 1.500 bantuan disalurkan kepada warga pra sejahtera, terutama suku Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2575.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bhakti Persatuan, Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Jatim, dan Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya atas dedikasi mereka dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Baksos tidak hanya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat ikatan antarwarga kota Surabaya.
Wali Kota Eri menekankan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan melalui bakti sosial ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang perlu dicontoh. Saling berbagi dan peduli terhadap sesama adalah landasan utama kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Pagi ini kita diberikan contoh bahwa Surabaya dibangun dengan rasa guyub rukun dan saling menghargai satu sama lain. Kita diberikan contoh pada peringatan Tahun Baru Imlek, tidak melihat suku, agama, tapi di Masjid Cheng Ho seluruh pengusaha Tionghoa memberikan bantuan,” kata Wali Kota Eri.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Imlek bukan hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga mengajarkan untuk saling menghormati dan memperkaya keberagaman. Dengan bersatu dalam kegiatan positif seperti bakti sosial, fondasi kota Surabaya sebagai tempat yang inklusif dan ramah bagi semua dapat diperkuat.
“Matur nuwun (terima kasih) untuk seluruh pengusaha Tionghoa di Surabaya, semoga persatuan ini terus dijaga di Kota Surabaya karena ini adalah bukti kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan, Hermawan Santoso, menyampaikan bahwa Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Persatuan, Perpit Jatim, dan didukung oleh 33 yayasan serta perkumpulan warga Tionghoa di Surabaya, bergerak untuk melaksanakan kegiatan baksos Peduli Imlek dengan membagikan 1.500 angpao.
“Istilah ‘angpao’ atau amplop berisi uang tunai ini memiliki makna penting bagi warga Tionghoa sebagai lambang kebahagiaan dan kehangatan, mencerminkan saling peduli terhadap sesama, menghormati orang tua, menjaga kerukunan dan persatuan, serta keharmonisan. Semoga persaudaraan dari berbagai suku, etnis, dan agama di Kota Surabaya tetap terjaga dengan baik. Senantiasa bersatu untuk membangun Kota Surabaya,” ujar Hermawan.
Ketua Koordinator Paguyuban Masyarakat Kota Surabaya dan Ketua Yayasan Hj. Muhammad Cheng Ho Indonesia, H. Abdullah Nurawi, menyampaikan bahwa baksos berupa angpao tersebut dibagikan kepada warga pra sejahtera, terutama suku Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek 2575.
“Semoga apa yang kami selenggarakan ini dapat membantu warga yang hadir. Para pengusaha dan perkumpulan, kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya,” pungkasnya. (hdl)








