Surabaya (Beritajatim.id) – Ribuan jemaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi buta, masyarakat dari berbagai daerah telah berdatangan demi menunaikan ibadah bersama di salah satu masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.
Sejak pukul 05.00 WIB, arus jemaah terus meningkat hingga hampir seluruh area masjid terisi penuh. Lantai satu dan lantai dua dipadati jemaah, sementara halaman dan pelataran luar difungsikan sebagai area tambahan. Jemaah tampak duduk rapat, memenuhi setiap sudut ruang yang tersedia.
Barisan saf tersusun panjang dan sangat rapat, nyaris tanpa celah. Sebagian jemaah bahkan harus menyesuaikan posisi dengan ruang yang tersisa, termasuk menggelar sajadah di area luar masjid. Meski dalam kondisi padat, suasana tetap tertib berkat arahan petugas yang sigap mengatur posisi jemaah.
Di tengah kepadatan tersebut, nuansa khidmat tetap terasa kuat. Saat takbir berkumandang, ribuan suara menyatu menciptakan suasana haru. Gerakan salat yang dilakukan serempak menghadirkan pemandangan kebersamaan yang begitu terasa di tengah lautan manusia.
Jemaah yang hadir tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Sidoarjo, Gresik, hingga luar kota. Banyak di antaranya merupakan perantau yang memanfaatkan momen mudik untuk beribadah bersama keluarga.
“Berangkat habis subuh supaya dapat tempat. Ternyata sudah sangat ramai, tapi pelaksanaan salat tetap nyaman,” ujar Arif, jemaah asal Sidoarjo.
Hal serupa disampaikan Ilham, warga Surabaya yang merantau di Jakarta. Ia mengaku selalu menyempatkan diri salat Idul Fitri di Masjid Al Akbar setiap kali pulang kampung.
“Setiap Lebaran kalau di Surabaya, saya usahakan salat di sini. Suasananya selalu terasa berbeda,” katanya.
Salat Idul Fitri dimulai pukul 06.00 WIB dan berlangsung khidmat. Khutbah mengangkat tema “Muslim Berdampak, Muslim Problem Solver” yang mengajak umat untuk memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan jemaah, pengelola masjid telah menyiapkan berbagai area salat dengan kapasitas hingga sekitar 40 ribu orang. Sejumlah akses masuk dibuka dari berbagai sisi guna mengurai kepadatan.
Selain itu, berbagai layanan pendukung juga disiagakan, mulai dari tim medis hingga ambulans di beberapa titik. Dukungan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari RSUD dr Soetomo, PMI Kota Surabaya, serta poliklinik masjid guna memastikan ibadah berjalan aman dan lancar.
Momentum Idul Fitri tahun ini pun menjadi ajang kebersamaan bagi masyarakat, mempererat silaturahmi, serta kembali ke fitrah setelah menjalani bulan Ramadan.(can)















