Surabaya (beritajatim.com) – Atap Gedung Setan, bangunan bersejarah di Kelurahan Banyu Urip, Surabaya, ambruk dua kali pada Rabu (18/12) sore dan malam akibat hujan ringan. Kejadian ini menyebabkan 60 warga, termasuk 18 kepala keluarga (KK), harus diungsikan ke Balai RW 06 setempat untuk sementara waktu.
Seperti diberitakan, kerusakan atap Gedung Setan disebabkan oleh kayu penyangga yang lapuk dan tak mampu menahan beban air hujan.
Gedung Setan, bangunan berusia lebih dari 200 tahun, kini dinilai sudah tidak layak huni. Bangunan ini dihuni oleh warga yang sebagian besar merupakan keturunan generasi keempat pengungsi Tionghoa sejak tahun 1948.
Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengevakuasi para korban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Bantuan logistik seperti bantal, selimut, makanan siap saji, sembako, serta kebutuhan sandang diserahkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa darurat.
BPBD melaporkan penyaluran bantuan seperti bantal dan selimut, paket makanan siap saji, paket sembako, paket tambahan gizi, dan family kit.
Pemkot Surabaya juga berkoordinasi lintas instansi untuk menentukan langkah jangka panjang, termasuk kemungkinan perbaikan bangunan atau relokasi warga.
Gedung Setan sendiri merupakan bangunan cagar budaya yang pernah menjadi Kantor Gubernur VOC dan tempat pengungsian orang Tionghoa pada tahun 1948.
Meski berstatus cagar budaya, revitalisasi gedung ini menjadi tantangan karena pernah menjadi milik pribadi, sehingga tidak dapat sepenuhnya dikelola pemerintah.
Gedung Setan berdiri di atas lahan 400 meter persegi dengan 40 ruang dan tembok setebal 50 cm. Bangunan ini menjadi saksi sejarah panjang, dari masa penjajahan VOC hingga menjadi tempat perlindungan pengungsi Tionghoa.
Nama Gedung Setan berasal dari anggapan masyarakat karena gedung ini dikelilingi pemakaman Tionghoa yang dahulu ada di kawasan tersebut.
Pemerintah berkomitmen untuk mendampingi warga hingga situasi kembali normal, sambil mencari solusi terbaik bagi penghuni Gedung Setan. (can/hdl)









