Mewarnai Ramadan yang penuh berkah, puluhan pedagang dan pelaku UMKM Kelurahan Kalirungkut, Surabaya, menggelar dagangannya di Festival Pasar Ramadhan. Event tahunan ini diadakan di Frontage Jl Merr, tak jauh dari Gedung Universitas Terbuka Surabaya.

Pukul lima sore, lapak-lapak sudah berdiri dan siap melayani pengunjung yang rata-rata datang untuk berburu takjil sekaligus makanan berbuka. Beberapa menu spesial, baik bebakaran, gorengan, hingga makanan berat seperti nasi dan bakso tersaji dengan harga yang relatif murah. Selain itu juga lapak produk fashion, hingga mainan anak.

“Saya tadi beli ceker pedas, satu porsi cuma Rp 10 ribu,” kata salah satu pembeli dengan wajah senang. Bersama dua kawannya, sesama mahasiswa UPN Surabaya, mereka sengaja datang untuk membeli takjil. Festival pasar ini digelar sepanjang Ramadan. “Jadi selama bulan puasa nggak takut tidak kebagian takjil,” imbuhnya.

Pedagang dadakan di Pasar Ramadhan ini sebagian besar sudah saling mengenal. Karena mereka banyak yang tergabung dalam sebuah paguyuban. Jauh sebelum acara, mereka akan mendapat info lokasi-lokasi bazar.

“Tinggal memilih mana yang paling tepat, lalu bayar sewa selama satu bulan,” kata salah satu pedagang. Meski enggan menyebut angka, ia mengaku jika biaya sewa tempat selalu balik modal. “Kalau rugi, saya dan teman-teman juga nggak mau datang jualan di sini,” katanya sambil tertawa. (hdl)




