Surabaya (beritajatim.id) – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Elestianto Dardak, memeriahkan Kebaya Day’s Fun Ride 5th Anniversary yang digelar di kawasan Livin Land Mandiri, Surabaya, Sabtu (26/7).
Kegiatan ini mengusung tema “Cinta Kebaya Budaya Bangsa” dan menjadi kampanye kuat pelestarian budaya nasional lewat busana tradisional kebaya.
Diselenggarakan oleh komunitas Pepespeda (Perempuan Pesepeda), acara ini diikuti oleh peserta dari dalam dan luar Surabaya, bahkan dari luar Provinsi Jawa Timur.
Yang unik, para peserta — khususnya perempuan — tampil anggun dalam balutan kebaya saat bersepeda santai, menyatukan semangat olahraga, kesehatan, dan kecintaan terhadap warisan budaya.
“Kebaya bukan hanya pakaian tradisional, tetapi identitas dan kebanggaan perempuan Indonesia. Ini cara kita menjaga budaya dalam gaya hidup masa kini,” ujar Arumi.
Kebaya, Simbol Keanggunan dan Kebhinekaan
Arumi menegaskan bahwa kebaya adalah simbol kekayaan budaya Indonesia yang melintasi batas etnis dan daerah. Dari kebaya Jawa, Sunda, Bali, hingga Betawi dan encim — semua merepresentasikan keragaman dalam persatuan.
Menurutnya, pelestarian kebaya tak harus selalu melalui cara konvensional. Pendekatan kreatif dan kekinian, seperti dipadukan dengan aktivitas fun ride, bisa menjadi cara efektif agar generasi muda merasa dekat dan bangga mengenakannya.
“Kebaya adalah identitas nasional yang menyatukan kita dalam semangat kebhinekaan. Ini warisan yang hidup, bukan sekadar masa lalu, tapi masa depan kita juga,” tambahnya.
Dukungan Terhadap Pengakuan UNESCO
Arumi juga menyinggung pentingnya pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO. Menurutnya, kampanye pelestarian seperti ini harus terus digaungkan agar kebaya semakin dikenal dan dicintai lintas generasi.
“Jawa Timur siap menjadi motor penggerak agar kebaya diakui dunia. Kita punya perajin, komunitas, dan semangat yang kuat,” tegasnya.
Sinergi Budaya dan Gaya Hidup Sehat
Selain bersepeda santai, Kebaya Day’s Fun Ride juga diramaikan dengan kegiatan seperti senam bersama, cek kesehatan gratis, dan pertunjukan budaya. Seluruh rangkaian acara menyampaikan pesan bahwa mencintai budaya juga bisa sejalan dengan gaya hidup sehat dan aktif.
Sebagai Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi juga mendorong agar kebaya tak hanya dipakai, tetapi juga dikembangkan sebagai produk unggulan ekonomi kreatif. Inovasi desain, promosi digital, serta pemberdayaan perajin lokal menjadi fokus utama agar kebaya tetap relevan di era modern.
“Dengan mencintai kebaya, kita sedang mencintai sejarah, jati diri, dan peradaban bangsa. Tradisi tidak harus terpinggirkan, justru bisa hidup dalam denyut modernitas,” pungkas Arumi. (ted)









