Surabaya (beritajatim.id) – Puluhan ribu masyarakat Jawa Timur larut dalam kemeriahan Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/8/2025) malam. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran Forkopimda Jatim.
Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati area sekitar Grahadi. Pesta rakyat dibuka dengan pembagian kupon kuliner gratis di tiga titik lokasi, yaitu depan SMA Tri Murti, Circle K, dan Alun-Alun Surabaya. Sebanyak 128 rombong kuliner rakyat menyajikan aneka makanan khas Jawa Timur, mulai dari soto ayam, bakso, hingga lontong balap.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan hiburan dari NDX AKA, Cak Percil CS, dan Arya Galih yang sukses menghibur ribuan warga.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam perayaan HUT ke-80 RI. “Kami ingin mengajak masyarakat Jawa Timur memperingati kemerdekaan ke-80 dengan penuh kebahagiaan, semangat persatuan, sambil menikmati kuliner tradisional dan hiburan ini,” ujarnya.
Setelah acara, Gubernur Khofifah juga mengajak jajaran perangkat daerah Pemprov Jatim untuk membersihkan sampah di sekitar lokasi, termasuk di Jalan depan Grahadi dan Taman Apsari.
“Ada tiga proses, mulai dari penyapuan, penyemprotan, hingga pembersihan lanjutan. Mari kita percepat agar lingkungan kembali bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Wagub Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa masyarakat memiliki cara berbeda dalam memperingati kemerdekaan, baik dengan upacara formal maupun hiburan rakyat. “Malam ini Pemprov Jawa Timur mempersembahkan hiburan untuk masyarakat. Semoga berkenan di hati panjenengan semua,” kata Emil.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada 361 orang yang tergabung dalam Tim Ekspedisi 80 Gunung Arjuna (3.399 mdpl). Secara simbolis, 10 perwakilan menerima penghargaan tersebut, di antaranya pejabat Pemprov Jatim, anggota TNI AL, akademisi, hingga komunitas pecinta alam. (hdl)







